Minggu, 07 September 2014

Syair sang cinta

Seribu kebencian ini telah terhapuskan oleh sederhananya sikapmu, sederhananya tawamu, dan senyum manismu. Aku yang dulu arogant mampu kau luluhkan aku dengan bahasa cintamu. Cinta ini terlalu kuat untuk org lain patahkan sekalipun org tuamu, cinta ini hadir bukan karna kehendak kedua insan yg sengaja bertemu di sebuah pesta. Melainkan kehendak Tuhan yang sengaja mempertemukan aku dan kamu. Kini, tepat dibawah derasnya badai hujan kau terlalu bodoh untuk menyerah dan aku? aku terlalu rapuh untuk bertahan, sekalipun aku terjatuh tak pernah sedikitpun aku terluka. Aku hanya bisa menangisi luka yg perlahan lahan makin mendalam menyayatku. Kini, apakah badai itu telah pergi? aku rasa dia hanya reda sesaat untuk mencari retaknya cinta ini. Aku hanya takut kau hanyut akan derasnya badai itu. Sayang, pergilah ke tepi pantai dan peluk eratlah diri ini yg selalu mencintaimu dari kejauhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar