Hidup emang lucu. Bukan karna banyak pelawak atau komedian di dalamnya. Tapi karna adanya cinta dan sakit yang sering kali tidak masuk akal. Bagaimana mungkin, dia yang menyakiti adalah dia yang paling sulit dilupakan. Dia yang membuat menangis adalah dia yang paling dirindukan. Dan dia yang menghianati, adalah dia yang paling di butuhkan. Sedangkan dia, bertingkah seakan tidak tau menau tentang perasaan orang yang disakitinya. Bahkan dengan mudah datang ketika butuh, dan pergi ketika bosan. Hidup ini lucu. Bagaimana mungkin orang yang sering kali disakiti, bisa dengan mudah menerima kembali dia yang menyakiti. Menerima artinya membiarkan dengan ikhlas hatinya untuk terluka lagi. Karna memang, selalu ada kata maaf untuk orang yang dicintai, selalu ada kesempatan "sekali lagi" yang di berikan kepada dia. Bahkan bila dia kembali menyakiti, akan tetap ada sekali lagi-sekali lagi berikutnya sampai hati benar-benar lelah dan tidak sanggup untuk bertahan. Dan disaat itulah, "berhenti" adalah pilihan terberat tetapi melegakan untuk hati yang kelelahan.
Selasa, 23 September 2014
Minggu, 07 September 2014
Kenangan
Terkadang sakit untuk melihat kembali kenangan tentang kita. Terlalu manis dan terlalu berharga untuk meneteskan air mata ini untuk sebuah kenangan yg tak berarti bagimu. Dulu aku selalu merindukan kenangan kenangan manis saat bersamamu, aku meneteskan air mata setiap hari hanya untuk mengingat indahnya cinta kita dulu. Sekarang aku hanya bisa berfikir, apakah aku terlalu bodoh untuk menangisi ini? apakah aku terlalu berlebihan?
Terkadang cinta itu adalah sebuah emosional yg mendorong kita untuk menjadi lebih perasa, menjadi lebih pemarah bahkan sebaliknya. Bahkan cemburu yg tak bisa dipungkiri, akan membawa kita ke dalam emosional yg tak terkendali sehingga kita merusak suasana.
Aku hanya minta keadilan hati, dimana sekarang aku minta lebih diperhatikan ketimbang org org baru di hidupmu. Aku yg berjuang untukmu, aku yg bertahan untukmu, aku yg mengorbankan untukmu....
Syair sang cinta
Seribu kebencian ini telah terhapuskan oleh sederhananya sikapmu, sederhananya tawamu, dan senyum manismu. Aku yang dulu arogant mampu kau luluhkan aku dengan bahasa cintamu. Cinta ini terlalu kuat untuk org lain patahkan sekalipun org tuamu, cinta ini hadir bukan karna kehendak kedua insan yg sengaja bertemu di sebuah pesta. Melainkan kehendak Tuhan yang sengaja mempertemukan aku dan kamu. Kini, tepat dibawah derasnya badai hujan kau terlalu bodoh untuk menyerah dan aku? aku terlalu rapuh untuk bertahan, sekalipun aku terjatuh tak pernah sedikitpun aku terluka. Aku hanya bisa menangisi luka yg perlahan lahan makin mendalam menyayatku. Kini, apakah badai itu telah pergi? aku rasa dia hanya reda sesaat untuk mencari retaknya cinta ini. Aku hanya takut kau hanyut akan derasnya badai itu. Sayang, pergilah ke tepi pantai dan peluk eratlah diri ini yg selalu mencintaimu dari kejauhan.
Rindu untuk Rindu
Rindu, hari ini aku sangat merindukanmu. Entah, kenapa kita akhir akhir ini selalu ribut dan ribut? aku lelah untuk bertengkar terus mrnerus. Iya aku tau aku yg selalu memulai keributan ini. tetapi hari ini, aku sungguh meminta maaf aku hanya terlalu takut kehilangan kamu. Aku terlalu fokus ke kamu, aku takut Tuhan merebutmu dariku seperti org yang aku sayangi dulu...
Butuh bertahun tahun aku untuk melupakan seseorang yg sangat berarti bagiku. Kau, hadir di tahun ke 3 saat aku terpuruk untuk melupakannya. Kau memberikanku pelajaran tentang hidup, cinta, dan semuanya.
Rindu aku mau kau selalu ada disini, seperti puisimu waktu itu... Dan aku berjanji akan selalu ada di sisimu.
dear Rindu